Ada tiga kategori skema kecurangan yaitu kecurangan dalam laporan keuangan (kecurangan oleh pihak manajemen), korupsi, dan penyalahgunaan aset (kecurangan oleh karyawan). Korupsi adalah tindakan seorang pejabat atau petugas yang secara tidak sah dan tidak dapat dibenarkan memanfaatkan pekerjaannya atau karakternya untuk mendapatkan keuntungan bagi dirinya sendiri atau untuk orang lain, dengan melanggar kewajiban dan hak orang lain. Contoh dari korupsi adalah penyuapan, tanda terima kasih yang tidak sah, konflik kepentingan, dan pemerasan secara ekonomi.
Bentuk skema kecurangan paling umum merupakan penyalahgunaan asset. Transaksi yang melibatkan kas, akun, cek, persediaan, peralatan, perlengkapan, dan informasi adalah yang paling rentan disalahgunakan. Contoh skema kecurangan yang melibatkan penyalahgunaan asset adalah pembebanan ke akun beban, lapping, serta kecurangan transaksi, pembelian pribadi, karyawan fiktif, beban fiktif, pembayaran yang diubah, pemasok yang tidak benar, serta pencurian kas. Dua faktor risiko yang berkaitan dengan penyalahgunaan asset yaitu kerentanan penyalahgunaan asset dan pengendalian.
Bentuk skema kecurangan dalam laporan keuangan dikelompokkan berdasarkan klasifikasi berikut : karateristik dan pengaruh pihak manajemen terhadap lingkungan pengendalian, kondisi industri, dan karateristik operasional dan stabilitas keuangan. Dalam hal kecurangan keuangan, auditor eksternal harus mewaspadai adanya skema berikut ini yaitu pengakuan pendapatan yang tidak benar, perlakuan penjualan yang tidak sesuai, penilaian aktiva tidak sesuai, penundaan biaya dan beban yang tidak sesuai, pencatatan kewajiban yang tidak sesuai, serta pengungkapan yang tidak memadai.
Akuntansi forensik adalah praktik khusus dalam bidang akuntansi yang menggambarkan keterlibatan yang dihasilkan dari perselisihan aktual atau yang diantisipasi atau litigasi. Di dalam akuntansi forensik terdapat audit forensik. Audit forensik mengumpulkan bukti dari fraud yang dilakukan oleh seseorang atau kelompok. Tekniknya yaitu dengan menyaring transaksi regular/non regular dimana transaksi dapat disembunyikan sehingga mulai dari catatan, pembukuan, sampai dengan laporan keuangan harus diperiksa dengan cermat. Jadi, apabila terdeteksi adanya fraud dalam perusahaan maka dapat dilakukan audit forensik terhadap perusahaan tersebut.
0 komentar:
Posting Komentar